jump to navigation

NPWP : Ngurangin Penghasilan Wikin Pusing (maksa.co.id) April 1, 2008

Posted by manggoblog in Seurieus....
Tags: , ,
trackback

avatar kingkong

Sebenernya gw tadi udah nulis panjaaaaaaaang banget mengenai topik ini. Tapi dasar gaptek dan kurang pengetahuan, plus sibabi kagak pake training-in gw dulu “how-to” di tempat ini. Walhasil postingan gw yg berbusa2 hangus sudah…. Thanks Babs…

—————————————————————————————–

Okeh, anggep lah gw cuma copy paste dan sekarang gw ga lagi menangisi jari2 gw yang harus mengetik semua postingan gw dari nol. Kenapa ga gw copy ke notepad dulu sih seperti biasa?!!

Inilah postingan pertama orangutan, memang sih tidak semenyenangkan topik sibabi tapi mungkin berguna juga buat orang laen yg entah gimana terkutuknya bisa nyasar kemari. Dan buat yang tetep ngerasa bahwa topik ini ga seru, baca noh banner diatas “Mangnya Ngapa?!”

Yak, saya dapet NPWP. Nomor Pokok Wajib Pajak (dipostingan yang angus gw ga inget kepanjangannya apaan hueheheh). Dimulai dari tahun 2007 ketika gw pulang kerja dan dapet amplop cokelat gede yang lucu. Wah! dari siapakah? Ternyata dari kantor pajak. Intinya adalah, Selamat! anda adalah warga negara Indonesia yang beruntung dikirim Surat Lapor Wajib Pajak secara random. Setelah berkonsultasi dengan HRD Manager tempat saya bekerja, diputuskan sebagai seorang Warga Negara Indonesia yang baik pada umumnya, saya mengabaikan saja surat tersebut. huehehe… Hare gene bayar pajak, Plis deh ah…

Namun ternyata eh ternyata, Kantor pajak ga sedodol itu rupanya. Kantor gw pun diharuskan melaporkan karyawan2nya untuk didaftarkan pajak. Dang it!! Strategi payah itu cuma laku stengah taun. Jadi bagai orangutan dicucuk hidungnya gw pun harus melaporkan SPPT gw ke kantor pajak yang sudah ditunjuk.

Dan setelah gw melaporkannya, ada sedikit penyesalan yang gw rasakan. Jalanan Jakarta yang penuh lubang sana sini dan siap membuat gw kembali jingkring karena kaki gw retak, Kemacetan jalan yang parah buangeet. Kenapa gw tau? Karena demi melaporkan pajak gw, gw harus nyasar dari Setia Budi ke Tebet, Lalu ke Pancoran, Lalu ke Halim, Lalu ke Jatinegara, Lalu ke Kalibata, dan baru mendarat dengan sukses ke kantor pajak yg gw tuju. huehehe… my bad…

Ok, back to topic. Kenapa gw nyesel? Karena di hari yang sama gw mendengarkan celotehan teman gw yg kerja di BUMN tentang cara berkorupsi yang baik dan benar, berikut tips dan triknya. Karena di hari yang sama gw merasakan uang pajak belum dipergunakan untuk memperbaiki jalanan. Karena di hari yang sama gw merasakan dan melihat langsung bahwa uang pajak yg gw bayarkan belum dikembalikan kepada masyarakat. Kemana larinya uang pajak yg dibayarkan dari masyarakat?

Anyway, setelah itu semua gw juga merasakan. It’s the right thing to do. Gw telah melakukan kewajiban gw sebagai warga negara yang baik. Gw sudah melakukan apa yg sudah didoktrin oleh guru2 PMP / PPKN gw selama ini. Masalah uang pajak itu lari kemana, atau disalah-gunakan, biarkan itu dipertanggung-jawabkan oleh mereka2 yang melakukannya. I did my thing. It’s ur turn now.

Jadi,

Punya Penghasilan, Ga Punya NPWP? Apa Kata Duniaaaa!!!

============================================================

avatar babi

Anjrott bahasannya tentang Pajak; berat amat…kan gw gak bisa rese kalo gini!! Gimana kalo gw dianggap salah satu dari MEREKA??!!! Gimanaaaa???!!!

Ngomong2 NPWP itu singkatan Nomor Pokok Wajib Pajak atau Nomor Pendaftaran Wajib Pajak sehhh? Masih bingung gw… Honestly sosialisasi soal pajak diIndonesia semakin baik, walaupun iklannya cemen dengan brutal membajak jargon Nagabonar jadi 2; Apa Kata Duniaaa? Toh keinginan gw memiliki NPWP pun semakin besar; gw juga yakin nanti gw bakal butuh banget NPWP untuk nyicil rumah atau kredit diatas Rp.50.000.000,-. Belum lagi beberapa perusahaan besar yang mengharuskan vendornya memiliki NPWP, Kalo mau berkembang dalam usaha ya emang harus punya NPWP. Keuntungan lainnya adalah anda menjawab dengan lantang ke calon mertua “Saya punya NPWP!!!” *ingat iklan pajak*

Sekaligus pamer punya gaji diatas Rp.1.1 juta/ bulan *doh!*
Cuma untuk saat ini dalam kondisi gw sebagai seorang Freelancer; pajak otomatis dipotong dari pembayaran, sangat mungkin untuk membayar pajak dobel mengingat sistem di Indonesia yang agak aneh, yang belum bayar pajak aja masih banyak, gw malah bayar dua kali. Semoga aja Pemerintah udah siap dan enggak sekedar menjalankan tanpa menerapkan peraturan yang abu-abu, yang ada rakyat malah semakin diperah sama oknum2 gelo.

Kata Kennedy “Jangan tanya apa yang telah diberikan negara untukmu, tapi tanyalah apa yang telah kau berikan untuk negara” *Loh kennedy yang presiden tokh*. Sekarang kita cuma bisa mengikuti peraturan sebagai WNI yang baik, sembari melihat-lihat apakah keadaan semakin baik dengan penghasilan baru untuk negara ini, kalo pajak sudah diterapkan dengan baik tapi masih ada kasus jalan berlubang, angkutan umum penuh preman, anak mati kelaparan, then screw you guys! I’m goin home…..

Comments»

1. orangutan - April 1, 2008

oh iya, selamat hari tanpa pornografi di internet!

hi roy™

2. radicaline - May 10, 2008

sbg pemakai blog awam gue ngerti bgt perasaan lo ‘nyet…uda ngetik sebanyak 461 huruf (ada yg copy paste jg deng) trus ada error and raib gitu aja (T__T)
@#%$!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: