jump to navigation

Jujur ≠ Benar, Apalagi Pintar. Oneng In Action! … again… hiks… July 9, 2009

Posted by orangutanz in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Ada suatu petuah dari Ketua Jurusan dulu ketika saya kuliah.

“Serap informasi sebanyak-banyaknya ketika pameran. Walaupun kamu ga interest untuk beli barangnya atau punya uangnya, kamu tetep bisa dapetin pengetahuannya secara gratis. Yang penting jangan minder dan mau nanya-nanya dulu!”.

Petuah itu masih saya pegang sampe sekarang. Jadi, ketika saya tertarik sama sesuatu, bahkan untuk produk yang saya ga mau dan BELUM mampu beli (saya tidak diperkenankan mengatakan tidak mampu, karena membunuh alam bawah sadar saya untuk mampu dikemudian hari) saya akan dengan pede, meyakinkan dan penuh vitalitas menghampiri dan bertanya-tanya selayaknya seorang milyuner.

Alkisah, di sebuah booth pameran Apartemen bergengsi di sebuah mal di Jakarta Selatan.

Tanz : Mas, lokasinya dimana ya?
Sales : di daerah Jakarta Selatan Pak.
Tanz : Apartemen ini semacam Rusunami atau apartemen kelas atas ya?
Sales : Oh, ini apartemen Premium Pak! Kita lepas apartemen ini untuk orang-orang yang mementingkan privacy dan memiliki gaya hidup perkotaan. Silahkan duduk pak.
Tanz : Oh ya ya ya… (duduk)
Sales : Boleh tau pak, bapak butuh apartemen kita ini untuk ditinggali atau..
Tanz : Oh… paling hanya untuk investasi. (pokerface mode on)
Sales : Bisa pak, bisa…! (sumringah)
Tanz : Yang dua kamar itu berapa ya?
Sales : Sekitar 2 Milyar pak, tapi kita bisa beri diskon dan harganya bisa blabablablablabla…
Tanz : Hmmmm…Sertifikatnya gimana ya? Apakah milik atau HGB, Strata Title? (Like i know what are those…)
Sales : Strata Title pak! Jadi sertifikatnya akan balbalablabalba… (penuh semangat)

Lalu tiba-tiba sang istri muncul dengan membawa beberapa kantung belanja sebuah hypermarket dan terheran-heran menatap saya yang begitu intense dengan sales. Sebuah pemandangan yang amat sangat jarang terjadi. Seraya ikut duduk walau pandangannya tetap bertanya-tanya. Namun kerlingan mata saya mengisyaratkannya untuk duduk dan berakting normal.

Sales : Kalau boleh saran Pak, lebih baik bapak ambil toko pak. Karena bapak mau ambil untuk investasi, lebih menguntungkan Pak. Dan bapak ga harus buka toko sendiri tapi bisa menyewakan unit bapak kepada tenant lain.
Tanz : Hmmmmmm… tapi proses sewa menyewa dengan tenant itu harus saya yang atur sendiri?! Ribet dong ya…
Sales : Oh, Kita bantu Pak! Kalau ada penyewa akan kita arahkan ke pemilik. Gimana pak? Ambil toko saja pak. Lebih menjanjikan sebagai investasi. (semakin bersemangat)
Tanz : Hmmmm… ya ya ya… Begini aja Mas. Saya minta kartu nama Mas dan brosur lengkapnya, sementara itu saya akan pikirkan dan saya konsultasikan dahulu dengan kolega saya.
Sales : Boleh Pak Boleh!

Sementara sang sales yang malang ribet mengisi Goodie Bag dengan berbagai sales kit, Oneng masih termangu menatap saya dan sang sales dengan tatapan penuh selidik.

Sales : Pak, ini ada buku tamu tolong diisi dulu supaya kami mudah menghubungi bapak lagi. (menyodorkan buku tamu)

Weeeks!! Ini diluar skenario but the show must go on!

Tanz : Ow! Oke. Saya isi disini ya. Nomor telephonenya boleh saya isi dengan CDMA saya saja ya. Saya jarang di rumah dan GSM saya sedang bermasalah ponselnya.
Sales : Ga papa pak. Lebih baik lagi. Karena kesibukan bapak, mungkin akan lebih enak dihubungi via ponsel dibandingkan telepon rumah. (muka bahagia karena akan meet target pada saat closing nanti)

Dengan sengaja digit terakhir nomor telepon saya, saya ganti nomornya dengan angka lain. Semisal 970**380, digit terakhir saya ganti dengan angka 1. Jadi 970**381. Dengan harapan saya tidak akan diganggu oleh sales tersebut karena emang pada dasarnya saya cuma pengen tahu ajah…
Tiba-tiba…

“Loh?! Koq 1 sih?! Kamu gimana? kan nomor kamu 970**380. Gimana sih kamu. Nomor sendiri bisa salah tulis!”

Tanz : (Menatap tak percaya kepada istri yang bermuka serius dan menatap seakan saya seharusnya berterima kasih sudah dikoreksi).

Sales : (muka bingung dan merasa mencium hawa konspirasi kacangan dan penipuan terhadap publik)
Oneng : “Ini loh… Kamu salah tulis angka 1 yang dibelakang. Nomor kamu kan belakangnya 0. Gimana sih?!”
Tanz : ……….(masih takjub dan merasa terkhianati)
Tanz : …Oh iya ya…” (mengkoreksi nomor dengan berat hati dan dalam hati mengumpat-umpat segila-gilanya)
Sales : …. (terdiam sedikit tersenyum, atau mungkin lebih tepatnya menyeringai)
Tanz : Oke, ini saya bawa ya mas dan nanti akan saya hubungi. Terima kasih banyak ya Mas… (dengan agak terburu-buru melarikan diri)

Dan kaburlah saya sembari ngedumel-dumel sepanjang perjalanan pulang. Walhasil selama 1 bulan penuh, setiap jam makan siang telepon CDMA saya terus berbunyi dan saya harus meladeni dan menolak ajakan sales malang yang men-prospect saya tersebut. Hiks… Punya istri koq ga bisa baca pikiran suami ginih…

Manggoblog Moral:
Mau sandiwara? Ajak dulu pemain lainnya untuk gladi resik. Atau paling tidak kasih tau dulu scriptnya. Ga semua aktor / aktris bisa langsung berakting tanpa script selayaknya team ketopraknya Srimulat. Masih ga abis pikir gw…. hiks….

PS : nomor tercantum bukan nomor saya sebenarnya, bila pak sales yang budiman tanpa sengaja membaca topik ini saya mengajukan rasa penyesalan saya sebesar-besarnya…. Maaf ya Pak. Salahkan KaJur saya…

Comments»

1. Pangeran Siahaan - July 9, 2009

moral:

tongkrongannya si orangutan teridenfitikasi sekarang. denger2 si doel mau dibikin versi barunya, lo ikutan audisi aja jd jodohnya zaenab noh, mirip.

2. orangutanz - July 9, 2009

huehehehe si ahong atau adam stardust?!
Bubbles, simpansenya michael jackson juga udah perlu diganti noh… ga mau ikutan audisi, bodat?

3. kurniawanhary - July 9, 2009

Hahahahaha… Mang Goblog Lo Tanz!!

4. orangutanz - July 9, 2009

Heh! Hobbit! Gw ketekin lu!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: